Penyakit Batu empedu dan solusinya

Apa itu Penyakit Batu Empedu , penyebab , gejala , dan cara pengobatannya 

 

Batu empedu adalah batuan kecil yang berasal dari kolesterol, dan terbentuk di saluran empedu manusia. Pada hampir sebagian besar kasus, penyakit batu empedu ini tidak akan menimbulkan gejala apapun. Namun, terkadang batu ini akan menyumbat bagian ujung empedu sehingga akan memicu rasa sakit mendadak yang cukup hebat. Nyeri ini disebut dengan nyeri kolik, dan dapat bertahan selama hitungan jam.

Ukuran batu empedu bermacam-macam. Ada yang sekecil butiran pasir dan ada yang sebesar bola pingpong. Jumlah batu yang terbentuk dalam kantong empedu juga bervariasi, misalnya ada orang yang hanya memiliki satu buah batu dan ada yang lebih banyak.

Gejala Batu Empedu

Batu empedu umumnya tidak menyebabkan penyakit. Gejala dapat muncul jika batu ini menyumbat saluran kantong empedu atau saluran pencernaan lainnya. Gejala utama yang biasanya dialami adalah sakit perut yang datang secara tiba-tiba atau disebut dengan kolik bilier.

Rasa sakit ini dapat terjadi pada beberapa bagian perut. Di antaranya adalah bagian tengah, atas, atau kanan perut. Rasa sakit ini juga bisa menyebar ke sisi tubuh atau tulang belikat. Tanda-tanda sakit perut ini juga bervariasi, misalnya:

  1. Dapat muncul kapan saja
  2. Dapat berlangsung selama beberapa menit sampai berjam-jam.
  3. Tidak akan berkurang meski sudah ke toilet, kentut, atau muntah.
  4. Frekuensi kemunculannya jarang tapi bisa dipicu oleh makanan dengan kadar lemak yang tinggi.
  5. Jika batu empedu menyebabkan penyumbatan pada salah satu saluran pencernaan, gejala-gejala berikut dapat muncul:
  • Sakit perut yang terus-menerus atau selalu kembali.
  • Demam tinggi.
  • Sakit kuning
  • Detak jantung yang cepat.
  • Gatal-gatal pada kulit.
  • Diare.
  • Linglung.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Rasa sakit pada pundak.
  • Penting bagi Anda untuk mewaspadai kolik bilier walau gejalanya terasa sepele dan tidak konsisten. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami sakit perut hebat yang berlangsung lebih dari delapan jam, sakit kuning atau demam.

Penyebab Terbentuknya Batu Empedu

Batu empedu diduga terbentuk akibat pengerasan kolesterol yang tertimbun dalam cairan empedu. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah kolesterol dan senyawa kimia dalam cairan tersebut.
Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena batu empedu:

  • Faktor usia. Risiko penyakit batu ginjal akan bertambah seiring usia. Penyakit ini umumnya dialami orang yang berusia di atas 40 tahun.
  • Jenis kelamin. Risiko wanita untuk terkena penyakit batu empedu lebih tinggi dibandingkan pria.
  • Dampak melahirkan. Wanita yang pernah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi. Penyebabnya mungkin karena meningkatnya kadar kolesterol akibat perubahan hormon estrogen selama masa kehamilan.
  • Pengaruh berat badan. Risiko Anda akan meningkat jika mengalami kelebihan berat badan, obesitas, hingga penurunan berat badan drastis.

Komplikasi Akibat Batu Empedu

Walau sangat jarang terjadi, batu empedu dapat menyebabkan komplikasi pada tubuh. Salah satunya adalah inflamasi kantong empedu (kolelitiasis) dengan gejala berupa:

  • Rasa sakit perut yang terus menerus.
  • Demam tinggi.
  • Sakit kuning.
  • Denyut jantung berdetak cepat.

Pankreatitis akut juga merupakan salah satu risiko yang berbahaya jika batu empedu masuk dan menghambat saluran pankreas. Peradangan pankreas ini akan menyebabkan sakit perut yang akan terus bertambah parah.

Munculnya batu empedu diduga akibat adanya ketidakseimbangan antara kolesterol dan senyawa kimia dalam cairan empedu. Serpihan kristal yang terbentuk akan berkembang menjadi batu dan biasanya dalam waktu bertahun-tahun.

Penimbunan senyawa kimia yang umumnya terdapat dalam kantong empedu saat batu tersebut terbentuk adalah kolesterol dan bilirubin (limbah dari penghancuran sel darah merah). Hampir 80 persen batu empedu berbahan dasar kolesterol dan sekitar 20 persen berbahan dasar bilirubin. Bilirubin adalah suatu pigmen yang ditemukan dalam cairan empedu.

Ukuran batu empedu yang terbentuk juga bermacam-macam. Ada yang sekecil butir pasir dan ada yang sebesar bola pingpong. Begitu juga dengan jumlahnya. Ada orang yang hanya memiliki satu buah batu dan ada yang lebih.

Kemungkinan munculnya batu empedu berbeda-beda pada tiap orang. Secara spesifik, wanita berisiko dua kali lebih tinggi dibandingkan pria. Terutama wanita yang pernah hamil, mengonsumsi pil KB, atau menjalani terapi hormon berdosis tinggi.

Selain itu, angka kejadian batu empedu akan meningkat pada mereka yang menderita penyakit anemia bulan sabit (sickle cell anemia). Pada penderita anemia sel bulan sabit, sel darah merah akan dipecah terus menerus oleh tubuh, dan akhirnya diubah menjadi bilirubin. Penumpukan kadar bilirubin inilah yang dapat menyebabkan terjadinya batu empedu. Sebuah data penelitian di Inggris menunjukkan bahwa lebih dari separuh penderita anemia bulan sabit akan memiliki komplikasi berupa terbentuknya batu empedu.

Berikut ini adalah faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko untuk mengidap batu empedu:

  • Berusia di atas 40 tahun.
  • Sedang hamil.
  • Memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama.
  • Sering mengonsumsi makanan berlemak atau berkolesterol tinggi.
  • Kekurangan serat dalam pola makan.
  • Penderita diabetes.
  • Kelebihan berat badan atau mengalami obesitas.
  • Penderita sirosis.
  • Penderita gangguan pencernaan, misalnya penyakit Crohn dan sindrom iritasi usus.
  • Orang yang menggunakan ceftriaxone, yaitu antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati pneumonia, meningitis, dan gonore.
  • Orang yang mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Bentuk komplikasi yang mungkin segera terjadi sebagai akibat dari timbulnya batu empedu adalah :
1. Pendarahan
2. Peradangan pankreas (pancreatitis)
3. Perforasi atau infeksi saluran empedu

Untuk pencegahan terhadap penyakit tersebut, jika terdapat infeksi di saluran pencernaan, maka si penderita harus mendapat penanganan serius hingga tuntas.

Seandainya pasien juga mempunyai gejala tifus, makan jangan hanya diobati sebentar, dan langsung pengobatan dihentikan ketika pasien sudah merasa lebih enak. Seharusnya, pengobatan tetap dilakukan, hingga penyakit itu benar-benar telah disembuhkan, sehingga tidak ada infeksi di kantung empedu.

Sementara, untuk proses penyembuhannya, tidak ada cara lain selain harus melakukan proses pembedahan. Proses penyembuhan dengan cara lain, selain proses pembedahan, sangat tidak disarankan dan tidak efektif, walaupun ada proses penyembuhan dengan pengobatan alternatif atau secara alamiah. Hanya pada 2%- 6% penderita, saluran menciut kembali dan batu empedu muncul lagi.

Penyebab Batu Empedu

Pada dasarnya penyebab batu empedu ada dua macam yaitu:

  • Batu empedu yang disebabkan karena kolesterol. Batu ini terbentuk karena penumpukan kolesterol pada empedu sehingga menyebabkan batu empedu. Ciri batu empedu yang berasal dari kolesterol adalah memiliki warna kuning kehijauan. Kasus batu empedu yang berasal dari kolesterol menjadi kasus yang sangat umum.
  • Batu empedu yang disebabkan karena penumpukan zat bilirubin dalam kantung empedu. Bilirubin adalah zat yang berperan untuk membantu menghancurkan sel- sel darah merah. Jika hati mengalami kerusakan atau gangguan biasanya produksi bilirubin akan berlebih sehingga bisa menjadi batu empedu. Ciri dari batu empedu yang berasal dari bilirubin adalah memiliki warna yang lebih gelap dan berbentuk butiran kecil-kecil..

Makanan dan minuman apa saja yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya penyakit batu empedu?
Cobalah menghindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi dari lemak hewani, karena endapan kolesterol membentuk batu empedu. Hindari pula minuman beralkohol. Karena, mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat menimbulkan radang pada pankreas yang berada dekat dengan saluran empedu, sehingga bias menimbulkan radang pada kantung empedu. Jika tidak ditemukan gejala, maka tidak perlu dilakukan pengobatan. Nyeri yang hilang-timbul bias dihindari atau dikurangi dengan menghindari atau mengurangi makanan berlemak.

Penderita batu empedu harus melakukan kontrol yang sangat teliti terhadap makanan. Tidak semua jenis makanan bisa dikonsumsi oleh penderita batu empedu. Berikut ini adalah beberapa daftar makanan sehat untuk penderita batu empedu

 

Makanan Sehat Untuk Batu Empedu

1. Minyak Zaitun

Minyak zaitun memiliki kandungan zat anti oksidan yang sangat tinggi. selain itu minyak zaitun memiliki zat asam yang bisa mencegah pembentukan batu empedu. Bahkan konsumsi minyak zaitun secara rutin juga bisa mengurangi resiko pembentukan batu empedu. Fakta ini telah diteliti oleh Dr Penny Stanway yang ditulis dalam bukunya yang berjudul Miracle of Olive Oil.

2. Daging Merah tanpa Lemak

Daging merah tanpa lemak hanya boleh dikonsumsi dalam porsi yang sangat sedikit. Penderita batu empedu sama sekali tidak boleh mengkonsumsi banyak lemak karena bisa meningkatkan potensi batu empedu yang lebih parah. Jika lemak masuk ke dalam tubuh maka kantung empedu bisa menyebabkan beberapa reaksi seperti diare, mual, sembelit, sakit perut dan mulas. Hal ini disebabkan karena empedu sama sekali tidak merespon kadar lemak yang masuk ke tubuh.

3. Beras Merah

Beras merah bisa menjadi menu pengganti beras putih. Beras merah tidak meningkatkan potensi lemak dalam tubuh. Bahkan kandungan zat mangan dalam beras merah bisa bermanfaat untuk menetralisir lemak yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu beras merah banyak mengandung zat anti oksidan yang bisa bermanfaat untuk mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh. Meskipun beras merah diijinkan untuk dikonsumsi, namun hanya dalam batas tertentu saja. Beras merah selain untuk batu empedu juga terkenal sebagai makanan untuk diet cepat yang dapat menurunkan berat badan secara drastis.

4. Brokoli

Brokoli adalah jenis sayur yang memiliki kalori rendah dan banyak mengandung serat. Selain itu brokoli juga banyak mengandung vitamin A dan vitamin C. Brokoli tidak mengandung lemak sama sekali dan bahan kandungan lain yang ditemukan adalah karbohidrat, protein, dan kalsium. Brokoli bisa dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas karena jika berlebihan dapat menyebabkan produksi gas yang menyebabkan sakit perut. Untuk itu brokoli adalah makanan untuk penderita asam lambung yang harus dihindari.

5. Tuna

Ikan tuna bisa menjadi sumber protein tinggi untuk penderita batu empedu. Konsumsi tuna yang masuk dalam batas toleransi adalah sekitar 3 ons per hari. Kandungan ikan tuna yang baik untuk kesehatan empedu adalah omega 3 yang bisa bermanfaat untuk mengatur kadar kolesterol buruk pada tubuh. Pada umumnya semua penderita batu empedu bisa mengkonsumsi ikan tuna, tapi jika menyebabkan sakit perut sebaiknya dihindari.

6. Salmon

Salmon menjadi salah satu jenis ikan yang bisa dikonsumsi oleh penderita batu empedu. Ikan salmon mengandung omega 3 dan lemak hingga 11 gram. Konsumsi ikan salmon harus dibatasi pada penderita batu empedu karena bisa menyebabkan kenaikan kadar kolesterol. Tapi jika tidak menyebabkan rasa sakit atau gangguan lain maka boleh dikonsumsi secara rutin.

7. Yogurt

Yogurt adalah makanan yang bisa menjadi sumber kalori untuk tubuh. Yogurt memiliki beberapa kandungan yang sangat baik untuk penderita batu empedu seperti protein, serat, anti oksidan dan lemak tak jenuh. Yogurt mengandung lemak tak jenuh yang sangat baik untuk penderita batu empedu. Bahkan konsumsi yogurt secara rutin dapat mencegah komplikasi batu empedu.

8. Lobak

Lobak adalah salah satu sumber makanan yang bisa menjadi obat bagi penderita batu empedu. Jenis lobak yang sangat baik untuk penyakit batu empedu adalah lobak hitam. Lobak terbukti bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah, meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar lipid dalam darah. Konsumsi harian lobak hitam juga dapat membantu meringankan sakit batu empedu.

9. Bayam

Bayam menjadi sayuran hijau yang bisa dikonsumsi dalam batas tertentu oleh penderita batu empedu. Bayam banyak mengandung senyawa oksalat yang bisa meningkatkan potensi masalah batu ginjal. Jadi, meskipun bayam aman untuk dikonsumsi namun harus dalam batas tertentu. Potensi bayam hanya menyebabkan masalah pada batu ginjal dan bukan pada masalah batu empedu. Tapi biasanya banyak penderita batu empedu yang juga memiliki komplikasi batu ginjal. Jadi, bayam aman untuk penderita batu empedu, tapi batasi jumlah konsumsi harian. Bayam juga dapat dijadikan makanan penambah darah super cepat yang dapat membantu penderita penyakit anemia.

10. Mentimun

Mentimun memiliki banyak kandungan air yang bermanfaat untuk membersihkan racun pada hati. Selain itu mentimun juga banyak mengandung vitamin B, lariciresinol, secoisolariciresinol dan pinoresinol. Anda bisa mengkonsumsi mentimun menjadi jus. Bahkan campuran jus mentimun, wortel dan jeruk sangat disarankan untuk penderita batu empedu.

11. Lemon

Lemon memiliki kandungan asam sitrat dan vitamin C yang sangat baik untuk penderita batu empedu. Kandungan asam sitrat dan vitamin C bisa membantu melarukan kalsifikasi dalam tubuh, sehingga lemon bisa digunakan untuk melarutkan batu empedu. Konsumsi lemon dapat dilakukan bersamaan dengan minyak zaitun. Lemon juga banyak mengandung anti oksidan yang bisa mencegah peradangan dan infeksi pada organ tubuh.

12. Tomat

Tomat adalah buah yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Berbagai nutrisi yang ditemukan dalam buah tomat antara lain adalah vitamin A, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, folat dan tiamin. Bahkan buah tomat juga mengandung sumber kalsium seperti potassium, mangan, magnesium, tembaga dan fosfor. Senyawa licopene dalam tomat juga berperan penting untuk mengendalikan kesehatan organ vital tubuh seperti empedu. Konsumsi tomat secara rutin akan mengurangi resiko batu empedu dan meringankan sakit batu empedu.

13. Semangka

Semangka memiliki kandungan air mencapai lebih dari 90 persein. Selain itu semangka juga mengandung vitamin A, vitamin B6 dan vitamin C. bahkan semangka juga memiliki kandungan licopene, asam amino dan anti oksidan. Selain itu semangka tidak memiliki kandungan lemak. Senyawa licopene dalam semangka mampu mengatasi dan mencegah peradangan dan anti oksidan yang bisa mengatasi masalah radikal bebas. Kandungan air dalam semangka juga bisa mengatasi masalah dehidrasi sehingga bisa membantu penderita batu empedu.

14. Seledri

Seledri adalah sayuran yang banyak mengandung kalsium, tembaga, magnesium, natrium, seng, zat besi, dan kalium. Selain itu seledri juga memiliki kandungan asam lemak dan semua vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa zat lain yang ditemukan dalam seledri adalah senyawa tiamin, asam folat, serat dan riboflavin. Semua jenis nutrisi dalam seledri bisa merangsang kekebalan tubuh dengan meningkatkan potensi senyawa anti oksidan dalam tubuh. Seledri bisa membantu sistem kebugaran tubuh bagi penderita batu empedu.

15. Ubi Jalar

Ubi jalar mengandung banyak vitamin A, vitamin B5, B6, dan beberapa senyawa lain seperti niasin, riboflavin, tiamin dan karotenoid. Bahkan ubi jalar sama sekali tidak memiliki kandungan lemak dan rendah sodium. Serat dalam ubi jalar juga sangat baik untuk membantu proses pencernaan. Ubi jalar bisa dikonsumsi oleh penderita batu empedu dengan cara direbus atau dikukus.

16. Air Kelapa Hijau

Dari pengalaman orang yang di share di sosial media, batu empedu dapat dihancurkan dengan air kelapa hijau. Cara : Panaskan air kelapa hijau hingga mendidih, selanjutnya di minum jika telah dingin.

 

Jenis Makanan yang Harus di Hindari Penderita Batu Empedu

Mengatur makanan untuk penderita empedu memang hal yang cukup rumit. Berikut ini adalah panduan untuk makanan yang tidak boleh dikonsumsi.

  • Semua jenis makanan yang dikemas seperti kue, makanan ringan , makanan cepat saji dan minuman kemasan.
  • Semua jenis makanan yang banyak mengandung lemak dan memiliki kadar gula tinggi.
  • Semua jenis makanan yang banyak mengandung sodium.
  • Makanan yang diolah dengan cara digoreng dan makanan yang banyak mengandung kolesterol buruk.
  • Makanan tinggi protein yang berasal dari hewan seperti susu tinggi lemak dan keju.
  • Selain dari jenis makanan sehat untuk penderita batu empedu, gaya hidup sehat dengan konsumsi makanan kaya serat juga dapat membantu batu empedu hilang dan mencegahnya datang kembali.

Bahaya Batu Empedu

Batu empedu yang parah akan menyebabkan rasa sakit pada perut bagian kanan. Jika demikian, maka diperlukan upaya untuk mengatasinya. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan tindakan operasi pengangkatan kantong empedu. Meski empedu merupakan cairan yang penting, namun ternyata tubuh manusia dapat tetap hidup tanpa kantong empedu. Fungsi kantong empedu dapat ditopang oleh cairan empedu yang diproduksi oleh hati. (artikel terkait: bahaya pengangkatan kantong empedu)

Selain sakit perut yang datang sewaktu-waktu, batu empedu juga memperlihatkan beberapa gejala seperti demam tinggi, mual dan muntah, detak jantung meningkat, sakit kuning, nafsu makan menurun atau bahkan hilang, dan kulit terasa gatal-gatal. Namun untuk mengetahui secara pasti, pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan. Jika anda mengalami gejala seperti yang disebutkan ini, ada baiknya anda segera menemui dokter untuk langkah terbaik. (artikel terkait: obat sakit perut paling ampuh – gejala pembengkakan liver – penurunan berat badan paling mengerikan)

Sudah tahukah anda jika faktor makanan juga memberikan andil dalam menyebabkan batu empedu? Beberapa jenis makanan dapat menjadi faktor mengerasnya cairan empedu. Hal ini karena kandungan yang ada di dalam makanan tersebut.

Berikut ini adalah daftar makanan yang dapat menyebabkan batu empedu dan perlu diwaspadai :

1. Daging

Mengonsumsi daging terutama dengan bagian yang berlemak dapat memicu pengerasan cairan empedu. Konsumsi daging memang diperlukan oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhan protein. Namun untuk menjaga kesehatan tubuh kita sendiri, sebaiknya menghindari daging yang berlemak dan menggantinya dengan bagian daging yang tanpa lemak.

2. Unggas

Beberapa jenis unggas seperti bebek dan burung puyuh memiliki kandungan kolesterol yang sangat tinggi. Karena kolesterol merupakan faktor penyebab mengerasnya cairan empedu, penumpukan kolesterol yang terlalu banyak di dalam tubuh akan dapat memicu batu empedu. Bagian kulit unggas dan telurnya adalah bagian yang paling banyak mengandung kolesterol. Telur ayam juga tidak terlalu baik untuk batu empedu. Sebaiknya anda membatasi konsumsi makanan jenis ini untuk mencegah terjadinya batu empedu.

3. Gorengan

Segala jenis gorengan mengandung lemak jenuh yang didapat dari proses pengolahannya. Tidak ada gorengan yang benar-benar sehat. Oleh karena itulah sebaiknya tidak mengonsumsi gorengan terlalu sering. Mungkin kita akan sulit untuk menghindari gorengan dan segala jenis makanan yang digoreng. Menggoreng adalah salah satu cara memasak yang paling praktis dan mudah. Banyak pula jenis lauk-pauk yang bisa dimasak dengan cara digoreng. Jika memang harus menggoreng, sebaiknya hindarilah menggunakan minyak yang mengandung kelapa, lemak hewan, dan margarin. Anda bisa menggunakan minyak zaitun untuk menggoreng sehingga lebih sehat.

4. Makanan olahan

Saat ini banyak sekali makanan hasil olahan yang dapat bertahan lama ketika disimpan. Makanan tersebut di antaranya sosis, bakso, nugget, kentang, otak-otak, dan segala jenis katsu yang dikemas dan bisa disimpan dalam lemari es selama beberapa waktu. Jenis makanan ini memang praktis dan disukai banyak orang. Dari mulai anak-anak hingga dewasa. Namun ternyata jenis makanan ini mengandung lemak jenuh yang dapat memperburuk kondisi batu empedu. Terlebih ketika pengolahannya dengan cara digoreng seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi makanan jenis ini untuk tetap menjaga kesehatan tubuh anda.

5. Susu dan produk olahan susu

Susu memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium. Namun di samping itu susu terutama yang tinggi akan kandungan lemak serta berbagai produk susu seperti keju, krim keju, dan es krim sangat dianjurkan untuk dihindari. Mengapa? Beberapa jenis makanan tersebut memiliki kandungan lemak hewan yang tinggi sehingga dapat memperparah kondisi batu empedu. Sebagai gantinya, anda bisa memilih untuk mengonsumsi produk susu yang rendah lemak. Kini beberapa produsen susu kemasan sudah menyediakan jenis produk tersebut sehingga anda tetap dapat memenuhi kebutuhan kalsium. Salah satu makan produk olahan susu yang tetap aman dikonsumsi adalah yoghurt karena mengandung lemak tak jenuh.

6. Makanan yang mengandung oksalat

Oksalat merupakan sejenis asam yang dapat dengan mudah membentuk kristal sehingga dapat menjadi penyebab batu ginjal. Batasilah konsumsi akan makanan yang mengandung oksalat. Batas aman konsumsi makanan yang mengandung oksalat adalah sekira 50mg per hari. Jenis makanan yang mengandung oksalat di antaranya biji-bijian, teh, cokelat, dan gandum. Buah strawberry juga mengandung oksalat.

7. Makanan yang mengandung kalsium

Sebelumnya kita telah membahas mengenai susu dan produk susu yang dapat menyebabkan batu empedu. Ternyata tubuh hanya akan menyerap kalsium sesuai dengan kadar yang dibutuhkan. Kelebihan kalsium yang masuk ke dalam tubuh akan dibuang melalui ginjal bersama dengan urin. Selain susu dan produk susu, jenis sayuran hijau seperti bayam memiliki kandungan kalsium yang tinggi.

8. Garam

Konsumsi garam berlebih memang tidak baik bagi kesehatan tubuh. Garam dapat menyebabkan darah tinggi serta peradanga pada usus. Namun ternyata, selain itu, konsumsi garam yang berlebihan juga dapat menyebabkan pengerasan batu empedu semakin parah. Sebaiknya batasilah konsumsi makanan mengandung garam dalam keseharian anda.

Nah mulailah untuk hidup sehat dengan pola makan yang baik dan pola hidup yang benar . semoga bermanfaat dan memberikan banyak manfaat.

%d bloggers like this: